Jumat, 07 Desember 2007

Latar belakang riset

Latar Belakang
Riset kualitatif
PERBAIKAN KUALITAS HIDUP KLIEN PASCA PEMBEDAHAN DISCECTOMI LUMBAR YANG MELAKUKAN LATIHAN FISIK

Herniated nucleus pulposus (HNP/ herniasi diskus) merupakan gangguan pada diskus vertebra yang selalu menyebabkan gangguan rasa nyaman, yang umumnya terjadi pada punggung bagian bawah. Hal ini dikarenakan diskus yang sering mengalami perubahan anatomi ini adalah diskus vertebra lumbar. Dengan kata lain nyeri punggung bawah merupakan gejala yang paling sering dirasakan oleh pasien dengan herniasi diskus. Meskipun 70-80% populasi pernah merasakan nyeri punggung selama hidup, hanya sekitar 2-4% saja yang benar-benar membutuhkan tindakan pembedahan. Dari keseluruhan studi mengenai nyeri punggung, ada 10-15% pasien menghabiskan 80-90% total seluruh biaya pelayanan kesehatan khususnya gangguan spinal, dan 1-2% pasien ini termasuk golongan mahal biaya. Perhitungan tersebut belum termasuk masa produktif yang harus terbuang, pembayaran kompensasi asuransi dan biaya lain pada masa pre serta post operasi. Juga termasuk di dalamnya adalah terganggunya masa produktif 1.

Pasien dengan diskus herniasi tahap awal (pre op) biasanya mengalami atropi otot yang disebabkan oleh restriksi aktifitas secara berkepanjangan (yang dilakukan sebelum direncanakan pembedahan), terutama pada otot punggung. Pasien cenderung untuk merasa tidak berani beraktifitas dalam kegiatan sehari-hari atau dalam bekerja. Dikarenakan otot yang atropi akan menjadi lemah dan lelah, maka tekanan terhadap otot yang lemah ini akan menyebabkan ketegangan semakin bertambah, khususnya pada diskus intervertebra dan ligamen. Jika ketegangan ini tidak segera diselesaikan maka perubahan struktur otot menjadi tidak terhindarkan. Menurut penelitian Gejo et al 3, perubahan ini tidak dapat diperbaiki bahkan dengan operasi pembedahan sekalipun.

Telah banyak studi yang dilakukan untuk mengetahui apakah latihan fisik (exercise) dapat memperbaiki nyeri dan ketidakmampuan pada pasien dengan nyeri punggung dan yang telah menjalani operasi pembedahan, untuk selanjutnya akan memperbaiki dan meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan utama dari program latihan fisik pasca pembedahan adalah untuk mempercepat dan memaksimalkan pengembalian fungsi seoptimal mungkin, mencegah cedera dan komplikasi lebih lanjut dengan cara mencegah perubahan degeneratif 2.

Dilihat dari sebaran usia, penderita herniasi diskus paling banyak berada pada usia produktif. Gejala yang sering dirasakan adalah terjadi gangguan rasa nyaman dan ketidakmampuan sistem muskuloskeletal, yang seringkali menyebabkan ketidakmampuan dalam memenuhi pola fungsional dan kebutuhan sehari-hari (activity daily living). Akibatnya seringkali terjadi penurunan kualitas hidup pada pasien dengan nyeri punggung yang diakibatkan oleh herniasi diskus ini.

Kualitas hidup klien pasca pembedahan discectomi seringkali menjadi alasan dilakukannya latihan fisik segera (early exercise program). Hal ini dibuktikan dengan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Hagg6 yang menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup pada klien yang melakukan latihan fisik segera pasca pembedahan discectomi. Penelitian ini menggunakan instrumen yang sering digunakan untuk mengukur kualitas hidup, Indeks Ketidakmampuan Oswestry (Oswestry Disability Index).

Adanya nyeri dan kecenderungan restriksi terhadap kegiatan sehari-hari maupun okupasi menyebabkan adanya ketergantungan terhadap orang lain yang dapat memicu penurunan kualitas hidup. Menurut teori keperawatan Orem, individu dewasa yang memiliki kapasitas untuk melakukan self care (self care agency) namun memiliki keterbatasan karena adanya penyakit (therapeutic self-care demands) cenderung untuk mengalami deviasi dalam kualitas kesehatannya 4.

Lebih lanjut, kemampuan individu dalam melakukan self-care ternyata berhubungan erat dengan perasaan kesinambungan dalam hidup (continued life), kesehatan dan kesejahteraan (well being).

Adanya latihan fisik pada klien pasca pembedahan discectomi bertujuan untuk mengembalikan klien pada kebiasaan dan kemampuannya dalam memenuhi self care demand sehingga tidak terjadi self care deficit yang dapat menurunkan kualitas hidup.



REFERENSI

Filiz M,Cakmak A, Ozcan E.2004.The effectiveness of exercise programs after lumbar disc surgery: a randomized controlled study. Diakses dari www.medscape.com/viewarticle/562716

Danielsen.2000. Early Aggressive Exercise for Postoperative Rehabilitation After Discectomy. Di dapat dari http://www.cebp.nl/media/m465.pdf

Gejo R, Matsui H., Kawaguchi Y, Ishihara H, Tsuji H.1999.Serial changes in trunk muscle performance after posterior lumbar surgery. Diakses dari http://www.medscape.com/viewarticle/536587_5

McQuiston et al.1995.Foundations of Nursing Theory.California: Sage Publications Inc.

Malanga GA, Girardi J, Nadler SF: " Spontaneous Healing of Anterior Cruciate Ligament Tear". Clinical Jour Sport Med, 11: 118-120, 2000. diakses dari www.ejbjs.org/cgi/content/full/80/8/1200

Hagg et al.2000.The General Function Score: a useful tool for measurement of physical disability, validity and reliability. Diakses dari www.proquest.umi.com

Tidak ada komentar: