Minggu, 02 Desember 2007

aplikasi teori adaptasi dalam kasus discectomi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Keperawatan memiliki body of knowledge yang berbeda dengan ilmu pelayanan kesehatan lainnya. Sebagai sebuah profesi mandiri, ilmu ini kemudian dikembangkan dan diaplikasikan dalam praktek keperawatan. Perkembangan profesi keperawatan saat ini tidak terlepas dari upaya ahli keperawatan yang mengembangkan berbagai konsep model teori keperawatan untuk memberikan arah bagi perawat dalam melaksanakan kegiatan praktek keperawatan.

Salah satu konsep dan teori keperawatan yang banyak digunakan untuk tujuan tersebut diatas adalah model adaptasi Roy. Secara garis besar teori ini memberikan penjelasan mengenai manusia (yang dijadikan fokus pelayan keperawatan) yang merupakan suatu sistim yang akan melakukan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi. Adaptasi merupakan hasil akhir yang sempurna, yang diharapkan terjadi pada setiap manusia sebagai bagian dari sistem. Namun, karena perbedaan adalah sesuatu yang alami, dan manusia adalah sistem yang unik, maka hasil akhir yang sempurna ini tidak dapat selalu terjadi. Dalam hal ini peran perawat diharapkan untuk membawa manusia sebagai klien kepada hasil akhir yang terbaik yaitu keadaan adaptasi yang optimal.

Teori adaptasi ini membangkitkan banyak minat perawat untuk mengaplikasikannya dalam kegiatan praktek keperawatan karena apa yang dikemukakan dapat dilakukan pada berbagai level pelayanan dan pada klien dengan berbagai kondisi sehingga banyak membantu perawat untuk mendapatkan hasil pelayanan keperawatan yang diinginkan.

Berdasarkan uraian diatas penulis ingin mencoba untuk mengaplikasikan model adaptasi Roy pada contoh kasus mulai dari tahap pengkajian perumusan diagnosa dan perencanaan intervesi keperawatan.

B.Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
Dapat menjelaskan konsep adaptasi model dari Roy dalam kegiatan praktek keperawatan
Mampu menganalisa konsep model adaptasi Roy berhubungan dengan kegiatan praktek keperawatan
Dapat menerapkan konsep model adaptasi Roy pada pemberian asuhan keperawatan pada klien




























BAB II
TINJAUAN TEORI ADAPTASI MODEL CALLISTA ROY

Asumsi dasar model adaptasi Roy
Rambo dalam Vurgan (1984) mendiskripsikan asumsi dasar teori ini sebagai berikut :
Setiap individu memiliki integrasi keseluruhan dari komponen bio, psiko dan sosial yang berinteraksi secara konstan dengan lingkungan sekitarnya
Untuk menjaga keseimbangan homeostasis atau integritas seseorang harus melakukan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi melalui kemampuan yang dimiliki sejak lahir atau diperoleh melalui pengalaman
Perubahan dari efek rangsangan pada individu terdiri dari tiga jenis yaitu focal, contextual dan residual stimuli
Individu mempunyai zona adaptasi berhubungan dengan kapasitas kemampuan respon terhadap rangsangan, kemampuan adaptasi setiap individu berbeda antara yang satu dengan yang lain.
Setiap individu pasti berusaha keras untuk mempertahankan integritas fisiologi, konsep diri, fungsi peran dan interdependen mode
Kemampuan individu untuk menjaga kesehatannya tergantung dari energi yang dimiliki dan kemampuan untuk adaptasi yang positif terhadap stimuli, sehat dan sakit dilihat dari garis continuum pergerakannya kearah adaptif atau kearah maladaptif

Elemen Model Adaptasi Roy
Terdapat lima elemen keperawatan model adaptasi Roy :
1. Konsep Person (manusia yang menerima asuhan keperawatan)
Person adalah individu, keluarga, kelompok atau masyarakat luas dan masing-masing sebagai sistem adaptasi yang holistik. Roy memandang orang secara menyeluruh atau holistik sebagai suatu kesatuan yang hidup secara konstan dan melakukan interaksi yang menyebabkan terjadinya pertukaran informasi, bahan dan energi antara sistim dan lingkungan. Interaksi yang konstan ini akan menyebabkan perubahan baik internal maupun eksternal.

Tingkat adaptasi person tergantung dari stimulus yang diterima dan yang masih dapat diadaptasi secara normal, dimana rentang respon cukup luas bagi setiap orang dan
setiap tingkat adaptasi seseorang selalu berubah. Hal tersebut dikarenakan pengaruh oleh mekanisme koping yang dimiliki orang tersebut.
Roy menggunakan mekanisme koping untuk menjelaskan proses kontrol seseorang sebagai adaptif sistim, beberapa mekanisme koping diwariskan dari genetik seperti sel darah putih sebagi sistim pertahanan tubuh dan yang lain berasal dari pelajaran seperti penggunaan antiseptik. Roy memperkenalkan konsep ilmu keperawatan yang unik yaitu mekanisme kontrol yang terdiri dari Regulator dan Cognator yang merupakan sub sistim dari mekanisme koping.

Sub sistim regulator mempunyai komponen input, proses internal dan output serta umpan balik. Input stimulus bisa internal atau eksternal, transmiter regulator sistin adalah kimia, neural dan endokrin, autonomik reflek adalah respon neural dalam brain stem dan spinal cord yang diteruskan sebagai perilaku output dari regulator sub sistim. Contoh proses regulator adalah bila ada stimulus yang berbahaya dari luar diterima dan dikirim melalui syaraf optik ke pusat otak dan pusat otonomi otak maka efek dari saraf simpatik adalah peningkatan tekanan darah dan meningkatnya denyut jantung.

Sub sistim cognator berhubungan dengan fungsi otak dalam memproses informasi, penilaian dan emosi. Informasi berhubungan dengan proses internal dalam memilih atensi, mencatat dan memori belajar berkorelasi dengan proses imitasi reinforcement dan insight, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan berhubungan dengan penilaian atau analisa, sedangkan emosi adalah proses pertahanan untuk mencari keringanan, mempergunakan penilaian dan kasih sayang.

Empat fungsi mode yang dikembangkan oleh Roy terdiri dari :
Mode fungsi fisiologis meliputi
Oksigenasi menjelaskan pola penggunaan O2 sehubungan dengan respirasi dan sirkulasi
Nutrisi menjelaskan pola-pola nutrient (zat gizi) yang digunakan untuk memperbaiki sel tubuh dan perkembangan
Eleminasi menjelaskan pola-pola eliminasi BAB dan BAK
Integritas kulit menjelaskan pola-pola fungsi fisiologis kulit
Indra sensori menjelaskan fungsi sensori perceptual sehubungan dengan informasi pengelihatan, pendengaran, pengecapan, perabaan dan penciuman
Cairan dan elektrolit menjelaskan pola-pola fisiologis cairan dan elektrolit
Fungsi neurologis menjelaskan pola-pola neural kontrol, pengaturan dan intelektual
Fungsi endokrin menjelaskan pola-pola kontrol dan pengaturan termasuk respon stres dan sistim endokrin.

Mode konsep diri
Mode konsep diri mengenali pola-pola nilai, kepercayaan, dan emosi sehubungan dengan ide-ide pribadi. Perhatian ini diberikan kepada fisik personal dan moral etik pribadi

Mode fungsi peran
Mode fungsi peran mengenali pola-pola interaksi sosial seseorang dalam hubunganya dengan orang lain yang dicerminkan oleh peran primer, sekunder dan tersier. Fokusnya pada peran identitas dan peran keunggulan

Mode Interdependen
Mode ini mengenali pola-pola manusia tentang nilai kasih sayang, cinta kasih dan ketegasan dimana proses ini melalui hubungan interpersonal pada tingkat perorangan atau kelompok

2. Tujuan keperawatan
Tujuan keperawatan menurut Roy adalah untuk meningkatkan respon adaptasi dalam hubunganya dengan empat mode adaptif. Respon adaptif mempunyai pengaruh positif tehadap kesehatan. Perubahan internal dan eksternal, stimulus, status koping seseorang adalah elemen lain yang bermakna dalam proses adaptasi, tingkat adaptasi seseorang ditentukan oleh fokal, contextual dan residual stimuli.

Fokal stimuli adalah stimulus yang langsung berhadapan dengan seseorang yang mempunyai pengaruh kuat pada seseorang, contextual stimuli adalah semua stimulus yang dialami seseorang baik internal maupun eksternal yang mempengaruhi situasi yang dapat diukur, diobservasi dan secara subyektif dilaporkan. Residual stimuli adalah ciri tambahan yang ada dan relevan dengan situasi yang ada tetapi sukar untuk diobservasi.

3. Konsep Sehat
Sebelumnya Roy mendefinisikan sehat sebagai rangkaian kesatuan dari paling sehat sampai kematian tetapi kemudian direvisi sebagai suatu keadaan dan proses terintegrasi didalam tubuh seseorang secara keseluruhan. Integritas seseorang diekspresikan melalui kemampuan memenuhi tujuan untuk kelangsungan kehidupan, perkembangan, reproduksi, dan keunggulan. Perawat menggunakan konsep model adaptasi Roy tentang konsep sehat sebagai tujuan mengetahui perilaku seseorang.

4. Konsep Lingkungan
Lingkungan didefinisikan sebagai semua kondisi, keadaan, dan pengaruh sekitar yang mempengaruhi perkembangan perilaku seseorang atau kelompok. Stimulus lingkungan internal dan eksternal merupakan area studi keperawatan.

5. Kegiatan keperawatan
Model adaptasi Roy memberikan petunjuk untuk perawat dalam mengembangkan proses keperawatan. Elemen dalam proses keperawatan menurut Roy meliputi pengkajian tahap pertama dan kedua, diagnosa, tujuan, intervensi, dan evaluasi, langkah-langkah tersebut sama dengan proses keperawatan secara umum.

Pada pengkajian tahap pertama mengumpulkan data perilaku output seseorang sebagai sistim adaptasi dihubungkan dengan empat adaptif mode yaitu fungsi fisiologis, konsep diri, fungsi peran dan interdependen. Pengkajian tahap pertama berkenaan dengan pengkajian perilaku.

Pengkajian tahap kedua setelah perawat menganalisa tema yang timbul pada pola perilaku klien yang diperoleh pada pengkajian tahap pertama untuk mengidentifikasi respon tidak efektif atau atau respon adaptif yang diperlukan untuk mendukung tindakan perawat. Fase pengkajian ini perawat mengumpulkan data tentang fokal, kontextual dan residual stimuli yang mempengaruhi klien, terdiri dari faktor genetik,seks, tahap perkembangan, obat-obatan, alkohol, rokok, konsepdiri, fungsi peran, interdependen, pola interaksi sosial, mekanisme koping, stres fisik dan emosional, orentasi budaya, agama dan lingkungan fsik.

Diagnosa keperawatan, Roy menjelaskan tiga metode untuk membuat diagnosa keperawatan. Pertama menggunakan typologi diagnosa sesuai dengan adaptasi mode, kedua dengan mengobservasi perilaku yang paling dipengaruhi oleh stimulus, ketiga adalah menyimpulkan perilaku dari satu atau lebih adaptif mode berhubungan dengan stimulus yang sama.

Tujuan keperawatan adalah akhir perilaku yang diharapkan dapat dicapai oleh seseorang. Tujuan jangka pendek adalah mengidentifikasi perilaku yang diharapkan klien setelah memanipulasi fokal, kontextual dan residual stimuli keadaan perilaku klien yang mengindikasikan regulator atau cognator klien, sedangkan tujuan jangka panjang dibuat untuk menggambarkan resolusi adaptasi terhadap masalah dan tersedianya energi untuk mencapai tujuan yaitu kelangsungan hidup, perkembangan, reproduksi dan keunggulan.

Implementasi keperawatan direncanakan dengan tujuan merubah atau memanipulasi fokal, kontextual dan residual stimuli dan juga memperluas kemampuan koping seseorang pada zona adaptasi sehinga total stimuli berkurang dan kemampuan adaptasi meningkat.

Evaluasi keperawatan model Roy didasarkan pada perilaku yang diharapkan dibandingkan perilaku yang ditunjukkan seseorang apakah bergerak kearah pencapaian tujuan atau keluar dari tujuan yang ditentukan.penilaian kembali tujuan dan intervensi dibuat berdasarkan hasil evaluasi








BAB III
APLIKASI TEORI

Studi kasus :
Ibu X, 50 tahun mengalami nyeri yang luar biasa di daerah punggung bawah yang menjalar sampai ke tungkai sebelah kanannya. Nyeri ini sangat hebat pada saat melakukan kegiatan sehari-hari, termasuk untuk berdiri dan duduk. Setelah dilakukan konsultasi dengan dokter, Ibu X dinyatakan mengalami herniasi diskus intervertebra (HNP), dan dijadwalkan untuk dilakukan discectomi (operasi pemotongan bagian diskus yang mengalami herniasi).
Pasca pembedahan setelah sadar dan dibawa ke ruang perawatan, Ibu X merasakan nyeri berkurang. Meskipun tidak dibatasi pergerakannya, klien merasa takut bergerak dan melakukan kegiatan kebersihan pribadi (personal hygiene). Klien takut berjalan, merasa takut dan cemas akan keadaannya pasca pembedahan.

Sebelum masuk RS kebiasaan Ibu X melakukan aktifitas 12 jam perhari, makan tidak terlalu mempermasalahkan kandungan gizi atau pembatasan yang penting makan tidak pernah menggunakan terlalu banyak minyak goreng dan tidak terlalu suka yang manis. Pola tidur 8 jam di waktu malam dan 1-1,5 jam di waktu siang. Olah raga bermain tenis dan jalan pagi setiap hari Ahad.

Hasil pemeriksaan didapatkan data TD 120/90mmHg, nadi 100x/menit, respirasi 32x/menit dan suhu 37,5oc, wajah menampakkan ekspresi cemas.

Ibu X adalah wanita yang memiliki usaha menjual baju dan perlengkapan wanita disebuah toko miliknya. Ia mengaku memiliki banyak pelanggan yang terbiasa melihatnya menjadi orang yang berbusana serasi dengan koleksi jualannya. Ia bertanya mengenai kemungkinan adanya kelumpuhan pada dirinya setelah dilakukan operasi, dan mengungkapkan kekhawatiran mengenai perubahan penampilan (punggung menjadi bungkuk, jalan menjadi timpang) yang akan mempengaruhi persepsi pelanggannya yang kelak akan berakibat pada kegiatan penjualan tokonya.



Asuhan keperawatan berdasarkan aplikasi teori Roy
1. Pengkajian tahap pertama
Pengkajian tahap pertama adalah mengumpulkan data perilaku output Ibu X sebagai sistim adaptasi dihubungkan dengan 4 mode adaptif fungsi fisiologis, konsep diri, peran dan interdependen.

Pada pengkajian tahap pertama pada Ibu X didapatkan data :
Mode fisiologis
Mode
Konsep diri
Mode
Fungsi peran
Mode
Interdependen
S: Menyatakan gerakan- nya terbatas
O: klien nampak ragu-ragu bergerak dan banyak diam di kursi atau bed

S: cemas akan terjadi perubahan penampilan
O: Tampak cemas

- Takut terjadi kecacatan




- Rendah diri terhadap penampilanya
Tidak berd penampilanya



2.Pengkajian tahap ke dua
Setelah mengidentifikasi respon tidak efektif dan respon adaptif selanjutnya melakukan pengkajian tahap kedua yang meliputi fokal, kontextual dan residual stimuli.
Pengkajian tahap dua pada Ibu X didapatkan data :
Mode
Behavior
Fokal
Contextual
Residual
Istirahat dan aktifitas











Tidur sering terbangun dan keterbatasan beraktifitas









Kekurangan istirahat tidur dapat menyebabkan kelelahan dan menghambat proses recovery sedangkan keterbatasan aktifitas dapat menyebabkan ketergantungan ADL
Rasa nyeri dapat mengaktivasi RAS yang menghambat proses tidur sedangkan post op discectomi membutuhkan sedikit pengaturan aktifitas













Self Konsep
Phisical self





Personal self
Penurunan konsep diri body image takut terjadi kecacatan



Rendah diri tehadap penampilannya
Ketakutan terhadap gagalnya pengembalian fungsi normal dari kaki

Takut ke-beradaannya menjadi beban orang lain


Fungsi peran
Peran primer



Peran tersier





Kehilangan hoby bermain tenis setiap minggu






Banyaknya biaya yang dikeluarkan untuk berobat











Interdepen- dence
Keterbatasan kebebasan di rumah sakit
Kesepian, terbatasnya interaksi dengan keluarga dan kolega
Adanya jadwal berkunjung dari rumah sakit


3. Diagnosa keperawatan
Sesuai dengan metode pembuatan diagnose keperawatan yang dikembangkan oleh Roy melalui tiga cara yaitu menggunakan tipologi berdasarkan adaptasi mode, mengobservasi perilaku yang paling dipengaruhi oleh stimulus dan menyimpulkan dari perilaku dari satu atau lebih adaptif mode dengan stimulus yang sama maka disusunlah diagnosa sbb:
Gangguan istirahat dan aktifitas berhubungan dengan keterbatasan gerak
Kecemasan dan ketakutan berhubungan dengan :
- Penurunan konsep diri body image dan harga diri

4. Intervensi
Tgl
Problem aktual/resiko
Hasil yang diharapkan
Tindakan keperawatan

Gangguan istirahat dan aktifitas berhubungan dengan nyeri dan keterbatasan gerak
- Klien dapat tidur 8 jam perhari tanpa gangguan
- Dengan keterbatasan aktifitasnya klien dapat menggunakan kemampuan yang dimiliki secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan ADL nya
- Kondisikan lingkungan yang nyaman bagi klien-Lakukan mobilisasi sesuai dengan program perawatan
- Ajarkan klien untuk melakukan mobilisasi secara mandiri
- Latih klien sesuai kemampuan untuk melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan ADLnya sesuai dengan kemampuan


Cemas dan ketakutan berhubungan dengan :
- penurunan konsep diri body image dan harga diri

Klien mampu mengungkapkan cemas dan ketakutanya dan mau mendiskusikan untuk mencari alternatif pemecahan
- Bina hubungan saling percaya dan yakinkan kehadiran perawat adah untuk membantu memecahkan permasalahan klien
- Kuatkan koping klien dengan aspek adaptif yang dimiliki
- Jelaskan operasi discectomi tidak akan menimbulkan kecacatan bila dilakukan perawatan dengan benar
- Rencanakan kehadiran keluarga untuk menemani klien


















BAB IV
PEMBAHASAN

A. Konsep Teori
Model yang dikembangkan Roy dapat diaplikasikan diberbagai tatanan pelayanan RS pada klien dengan penyakit akut maupun kronis, dari klien dengan permasalahan fisiologis dan psikologis, sesuai dengan karakteristik teori oleh George (1995) bahwa teori harus dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah klien dari yang sederhana sampai yang komplek.

Pada intervensi, model adaptasi Roy dapat menghindarkan terjadinya duplikasi pembuatan perencanaan tindakan dan lebih terarah karena penetapan masalah berdasarkan berbagai respon yang sama walaupun berasal dari berbagai sistim mode.

B. Aplikasi teori
Pendekatan adaptasi model dirasa lebih sesuai atau lebih mudah dikerjakan pada klien dengan gangguan medikal bedah seperti discectomi dan pasca pembedahan karena observasi terhadap respon klien baik yang adaptif maupun yang tidak efektif dapat dilakukan dengan lebih teliti dan dalam waktu yang cukup.

Aplikasi model asuhan pada contoh kasus agak sulit untuk dilakukan karena selama ini kurangnya pengalaman dalam aplikasi model asuhan dari Roy, akan tetapi setelah mencoba untuk mengaplikasikan pada contoh kasus sangat membantu untuk merumuskan diagnosa dan intervensi, pada perumusan diagnosa kita dapat melakukan dengan berbagai macam pendekatan. Hal ini karena Roy menawarkan berbagai alternatif yang memudahkan sesuai kasus. Pada intervensi dapat dihindarkan terjadinya duplikasi rencana tindakan karena rencana tindakan dapat dipadukan dari berbagai sumber pengkajian yang sangat lengkap sehingga rencana dapat dibuat ringkas, terarah dan menjangkau cakupan yang luas dari permasalahan klien.




BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
1. Elemen Teori adaptasi model dari Roy tetap berada pada kerangka teori keperawatan yang terdiri dari konsep manusia (person), konsep sehat, keperawatan dan arah kegiatan keperawatan serta lingkungan yang saling berhubungan yang mempunyai perbedaan dengan teori keperawatan yang lain pada aplikasi pemberian asuhan pada klien
2. Agar dapat melakukan pengkajian dengan lengkap dan terarah perawat yang mengaplikasikan teori Roy perlu untuk latihan dan mencoba secara terus menerus karena letak kesulitan aplikasi teori adalah untuk pengelompokan data yang berasal dari mode adaptasi dan data fokal, kontextual dan residual stimuli yang mempengaruhi klien
3. Teori adaptasi model Roy dapat diaplikasikan pada semua tatanan pelayanan keperawan dengan berbagai kondisi klien dengan mudah, ringkas dan menjangkau cakupan yang luas dari permasalahan klien.

B. Saran
1. Hendaknya perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada klien mencoba mengaplikasikan salah satu teori keperawatan terutama aplikasi teori yang masuk Grand Theory.
2. Untuk mengaplikasikan teori adaptasi model dari Roy perawat perlu latihan untuk melakukan ketrampilan pengkajian karena pengkajian adaptasi model Roy ada dua tingkatan.
3. bagi mahasiswa keperawatan untuk mendapatkan keterampilan aplikasi sesuai teori keperawatan, hendaknya muali dikenalkan sejak awal praktik klinik







DAFTAR PUSTAKA

Pearson A., Vaughan B. (1986). Nursing Model For Practice. Bedford Square London, William Heinemann Medical Books

Fitzpatrick , J.J, Wall, A.I.(1989). Conceptual models of Nursing: Analysis And Application (2nd ed),California : Appleton & Lange

George J.(1995), Nursing Theories: The Base Professional Nursing Practice (4th ed), California : Appleton & Lange.

Mariner, A.(1998).Nursing Theorists And Their Works. (4th ed) Philadelphia: Lippincott: Raven Publisher

1 komentar:

asuhan keperawatan mengatakan...

thanks makalahnya...menambah wawasan dan boleh nggak bila nanti diambil untuk tugas kuliah???
sekedah informasi, bila ada yang mencari askep sistem pernafasan, neurologi,sistem endokrin dll bisa didapatkan di ilmukeperawatan.com,disa na terdapat banyak sekali askepnya..makasih